Tuesday, 24 August 2021

Keutamaan Menulis dan Membaca Sejarah Orang-orang Shaleh


Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: 

Barang siapa yang menulis sejarah seorang mukmin (Orang shaleh atau Waliyullah), maka dia seakan menghidupkannya, siapa yang membaca sejarahnya, dia seakan menziarahinya. Imam Abdurrahman Al-Masyhur Rahimahullah dalam Kitabnya Bughyatul Mutarsyidin.

Keturunan Baginda Nabi Besar Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW, beliau mempunyai keturunan 7 orang anak, 3 anak laki-laki dan 4 anak perempuan, diantara.

3 Anak Laki-lakinya Tersebut Yaitu:

  • 1. Sayyidina Qasim.
  • 2. Sayyidina Abdullah.
  • 3. Sayyidina Ibrahim. 

Namun sangat di sayangkan ke 3 orang anaknya tersebut wafat. 

4 Orang Anak Perempuannya Diantaranya Yaitu: 

  • 1. Sayyidah Zainab..
  • 2. Sayyidah Ruqayah..
  • 3. Sayyidah Ummu Kultsum..
  • 4. Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Rasulullah SAW.

Akan tetapi khusus keturunan dari Sayyidah Fathimah Az-Zahra bersambung kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang diterangkan dalam Hadist:

Setiap anak yang dilahirkan ibunya bernasab kepada ayahnya, kecuali anak-anak dari (Fathimah Az-Zahra), akulah Wali mereka, akulah Nasab mereka, dan akulah Ayah mereka. (HR: Imam Ahmad).

Sayyidah Fathimah Az-Zahra, beliau dikaruniai 2 orang putra, diantaranya:

  • 1. Sayyidina Hasan bin Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karamallahu Wajh.
  • 2. Sayyidina Husain bin Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karamallahu Wajh. 

Dari Ke-2 cucu Nabi Muhammad SAW, lahirlah para keturunan cucu Nabi Muhammad SAW, yang hingga kini kita mengenalnya dengan sebutkan, Syarif, Syarifah, Sayyid, dan Habaib.
 
Keturunan dari Sayyidina Hasan bin Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karamallahu Wajh, beliau disebut dengan Al-Hasani, hingga kini keturunannya lesatari, melalui dari Sayyidina Hasan Al-Mutsana, namun hanya sedikit yang tinggal di tanah air.

Sementara dari keturunan Sayyidina Husain bin Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karamallahu Wajh, beliau disebut dengan Al-Husaini. 

Keturunan dari Sayyidina Husain bin Sayyidina Ali diantaranya: 

  • 1. Sayyidina Ali Akbar.
  • 2. Sayyidina Ali Awsat.
  • 3. Sayyidina Ali Ash-Ghar.
  • 4. Sayyidina Abdullah.
  • 5. Sayyidina Muhammad.
  • 6. Sayyidina Ja'far.
  • 7. Sayyidah Zainab.
  • 8. Sayyidah Sakinah.
  • 9. Sayyidah Fathimah. 

Dari keseluruhan putra dan putri Sayyidina Husain bin Ali, semuanya wafat, hanya satu orang yang hidup yaitu, "Sayyidina Ali Awsat, atau lebih dikenal dengan sebutan Sayyidina Ali Zainal Abidin, beliau salah satu cucu Nabi Muhammad SAW yang dikenal paling alim. 

Sayyidina Ali Zainal Abidin kemudian beliau memiliki putra yaitu, "Sayyid Muhammad Al-Baqir, kemudian beliau memiliki putra yaitu, "Sayyid Ja'far Shaddiq (Lahir 80 H, riwayat lain lahir 83 H), (Wafat di Madinah 148 H, dimakamkan di Baqi). 

Dari keturunan Sayyid Ja'far Shaddiq diantaranya yaitu, "Ali Al-Uraidi, kemudian memiliki putra bernama, "Isa Arumi dan Ahmad Al-Muhajir, Isa Al-Muhajir kemudian beliau memiliki putra yaitu, Ubaidillah dan Muhammad.

Ubaidillah beliau memiliki 3 putra yaitu: 

  • 1. Alawi.
  • 2. Jadid.
  • 3. Ismail (Bashriy). 

Dari Ke-3 putra beliau hanya satu keturunannya yang lestari yaitu, " Alawi, yang menamakan diri dengan nama sesepuhnya dengan sebutan, Sayyid Alawiyyin, kaum Sayyid Alawiyyin.

Kemudian mensyiarkan Dakwah islam di Asia Tenggara melalui dua jalur yaitu," Pertama ke India, kemudian dari India ke Asia Tenggara melalui pesisir India, hingga sampai ke Pulau Jawa, dan kemudian lahirlah para Walisongo  yang Nasabnya bersambung kepada Baginda Nabi Besar Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Labels:

Thursday, 4 February 2021

Sejarah Berdarah Kaum Wahabi Salafi Atas Pemakaman Al-Baqi


Rabu 8 Syawal 1345 Hijriah bertepatan dengan 21 April 1925 mausoleum (kuburan besar yang amat indah) di Jannatul al-Baqi di Madinah diratakan dengan tanah atas perintah Raja Ibnu Saud, di tahun yang sama pula Raja Ibnu Saud yang Wahabi itu menghancurkan makam orang-orang yang disayangi Rasulullah Saw (ibunda, istri, kakek dan keluarganya) di Jannat al-Mualla (Mekah).

Penghancuran situs bersejarah dan mulia itu oleh Keluarga al-Saud yang Wahabi itu terus berlanjut hingga sekarang. Menurut beberapa ulama apa yang terjadi di tanah Arabia itu adalah bentuk nyata konspirasi Yahudi melawan Islam, di bawah kedok Tauhid. Sebenarnya, tujuan utamanya adalah secara sistematis ingin menghapus pusaka dan warisan Islam yang masih tersisa agar Kaum Muslim terputus dari sejarah Islam.

Asal muasal pemakaman al-Baqi

Secara harfiah “al-baqi” berarti taman pepohonan. Dikenal juga sebagai “Jannat al-baqi” karena “keramatnya” sejak keluarga dan sahabat Rasulullah dimakamkan di tempat ini.

Sahabat pertama yang dimakamkan di al-Baqi adalah Usman bin Madhoon yang wafat 3 syaban tahun 3 hijiriah. Rasulullah memerintahkan menanam pepohonan di sekitar pusaranya. Rasul juga meletakkan dua buah batu di antara makam sahabatnya itu.

Tahun berikutnya putra Rasulullah Ibrahim wafat saat masih bayi. Dengan derai air mata Rasulullah memakamkan putranya tercinta itu di al-Baqi. Sejak itulah penduduk Madina ikut juga memakamkan sanak saudaranya di al-Baqi. Apalagi setelah mendengar sabda Rasulullah,” Salam sejahtera untukmu wahai orang yang beriman, Jika Allah berkenan , kami akan menyusulmu. Ya Allah, ampunilah ahli kubur al-Baqi.

Tanah pemakaman al-Baqi perlahan pun diperluas. Tak kurang dari 7000 sahabat Rasulullah dikuburkan di sini. Termasuk juga ahlul baytnya yaitu Imam Hasan bin Ali, Imam Ali bin Husayn, Imam Muhammad Al_Baqir, dan Imam Ja’far al-Sadiq.

Selain itu saudara Rasulullah yang dimakamkan di al-baqi adalah, Bibi Safiyah dan Aatikah. Di al-baqi dimakamkan pula Fatimah binti al-Asad (Ibunda Imam Ali bin Abi Thalib).

Khalifah Usman dimakamkan di luar al-Baqi namun belakangan karena perluasan makam maka ia termasuk di al-Baqi. Imam mazhab sunni yang terkenal Malik bin Anas juga dimakamkan di al-Baqi. Tak pelak al-Baqi adalah tempat amat bersejarah bagi Kaum Muslimin di seluruh jagat raya.

Al-Baqi dalam perspektif ahli Sejarah

Umar bin Jubair melukiskan al-Baqi saat ia berkunjung ke Madinah berkata,” al-Baqi terletak di timur Madinah. Gerbang al-Baqi akan menyambut anda saat tiba di al-baqi. Saat anda masuk kuburan pertama yang anda lihat di sebelah kiri adalah kuburan Safiyah, bibi Rasulullah. Agak jauh dari situ terletak pusara Malik bin Anas, Salah seorang Imam Ahlus Sunnah dari Madinah. Di atas makamnya didirikan sebuah kubah kecil. Di depannya ada kubah putih tempat makam putra Rasulullah Ibrahim. Di sebelah kanannya adalah makam Abdurahman bin Umar putra Umar bin Khatab, dikenal sebagai Abu Shahma. Abu Shahma dihukum cambuk oleh ayahnya karena minum khamar. Hukuman cambuk untuk peminum khamar seharusnya tidak hingga mati . Namun Umar mencambuknya hingga ajal merenggutnya. Di hadapan kuburan Abu Shahma adalah makam Aqeel bin Abi Thalib dan Abdulah bin Ja’far al-Tayyar.Di muka kuburan mereka terbaring pusara isteri Rasul dan Abbas bin Abdul Mutalib.

Makam Imam Hasan bin Ali, terletak di sisi kanan dari gerbang al-Baqi. Makam ini dilindungi kubah tinggi . Di sebelah atas nisan Imam Hasan adalah makam Abbas bin Abdul Muthalib. Kedua makam diselimuti kubah tinggi. Dindingnya dilapisi bingkai kuning bertahtakan bintang indah. Bentuk serupa juga menghias makam Ibrahim putra Rasulullah. Di belakang makam Abbas berdiri rumah yang biasa digunakan Fatimah binti Rasulullah as. Biasa disebut “Bayt al-Ahzaan” (rumah duka cita). Di tempat ini putri Rasulullah biasa berkabung mengenang kepergian ayahnya tercinta rasulullah SAWW. Di ujung penghabisan al-Baqi berdiri kubah kecil tempat Usman di makamkan. Di dekatnya terbaring ibunda Ali bin Abi Thalib Fatimah binti Asad”.

Satu setengah abad kemudian pengelana terkenal Ibnu Batutah mengunjungi al-Baqi dan menemukan al Baqi tidaklah berbeda dengan yang dilukiskan Ibnu Jubair. Ia menambahkan,” Al-Baqi adalah kuburan sejumlah kaum Muhajirin dan Anshar dan sahabat nabi lainnya. Kebanyakan mereka tidaklah dikenal.

Berabad-abad lamanya al-Baqi tetap keramat dengan berbagai perbaikan bangunan yang diperlukan. Semuanya berakhir diabad 19 kala Kaum Wahabi muncul. Mereka menajiskan pusara mulia dan menunjukkan sikap kurangajar pada para syahid dan para sahabat nabi yang dimakamkan di sana. Muslim yang tidak sependapat dicap sebagai kafir dan dikejar-kejar untuk dibunuh.

Penghancuran pertama pemakaman al-Baqi


Kaum Wahabi percaya menziarahi makam dan pusara Nabi, Imam dan para syuhada adalah pemujaan terhadap berhala dan pekerjaan yang tidak Islami. Mereka yang melakukanya pantas dibunuh dan harta bendanya dirampas. Sejak invasi pertama ke Irak hingga kini, faktanya, Kaum Wahabi, dan penguasa Negara teluk lainnya membantai Kaum Muslim yang tidak sepaham dengan mereka. Tak pelak lagi seluruh dunia Islam sangat menghormati pemakaman al-Baqi. Khalifah Abu Bakar dan Umar bahkan menyatakan keinginannya untuk dimakamkan di dekat makam Rasulullah.

Sejak 1205 Hijriah hingga 1217 Hijriah Kaum Wahabi mencoba menguasai Semenanjung Arabia namun gagal. Akhirnya 1217 Hijriah mereka berhasil menguasai Thaif dengan menumpahkan darah muslim yang tak berdosa. Mereka memasuki Mekah tahun 1218 Hijriah dan menghancurkan semua bangunan dan kubah suci, termasuk kubah yang menaungi sumur Zamzam.

Tahun 1221, Kaum Wahabi masuk kota Madinah dan menajiskan al-Baqi dan semua mesjid yang mereka lewati. Kaum Wahabi bahkan mencoba menghancurkan pusara Rasulullah , namun entah dengan alasan apa usaha gila itu dihentikan. Di tahun-tahun berikutnya jemaah haji asal Irak, Suriah dan Mesir ditolak untuk masuk kota Mekah untuk berhaji. Raja al-saud memaksa setiap muslim yang ingin berhaji harus menjadi wahabi atau jika tidak akan dicap sebagai kafir dan dilarang masuk kota Mekah.


Al-Baqi pun diratakan dengan tanah tanpa menyisakan apapun, termasuk nisan atau pusara .Belum puas dengan tindakan barbarnya Kaum Wahabi memerintahkan tiga orang kulit hitam yang sedang berziarah ke pusara Nabi untuk menunjukkan tempat persembunyian harta benda. Raja Ibnu Saud merampas harta benda itu untuk dirinya sendiri.

Ribuan Muslim melarikan diri dari Mekah dan Madinah . Mereka menghindari kejaran Kaum Wahabi. Muslim seluruh dunia mengutuk tindakan Saudi dan mendesak khalifah kerajaan Otoman menyelamatkan situs-situs bersejarah dari kehancuran. Dibawah pimpinan Muhammad Ali Basha mereka menyerang Hijaz , dengan bantuan suku-suku setempat, akhirnya mereka menang.lalu ia mengatur hukum dan pemerintahan di Hijaz, khususnya Mekah dan Madinah. Sekaligus mengusir keluarga al-Saud. Muslim di seluruh dunia bergembira. Di Mesir perayaan berlanjut hingga 5 hari! Tak diragukan lagi kegembiraan karena mereka bisa pergi haji dan pusara mulia pun diperbaiki lagi.

Tahun 1818 Masehi Khalifah Ottoman Abdul Majid dan penggantinya Abdul Hamid dan Mohammad, merekonstruksi semua tempat suci, memperbaiki semua warisan Islam yang penting. Dari 1848 hingga 1860, biaya perbaikan telah mencapai 700 ribu Poundsterling. Sebagian besar dana diperoleh dari uang yang terkumpul di makam Rasulullah.

Tindakan barbar kedua kaum bedebah Wahabi


Kerajaan Ottoman telah mempercantik Madinah dan Mekah dengan memperbaiki semua bangunan keagamaan dengan arsitektur bercita rasa seni tinggi. Richard Burton, yang berkunjung ke makam rasulullah tahun 1853 dengan menyamar sebagai muslim asal Afghanistan dengan nama Abdullah mengatakan Madinah dipenuhi 55 mesjid dan kuburan suci. Orang Inggris lain yang dating ke Madinah tahun 1877-1878 melukiskan keindahan yang setara dengan Istambul. Ia menulis tentang dinding putih, menara berhias emas dan rumput yang hijau.

Tahun 1924 Wahabi masuk ke Hijaz untuk kedua kalinya Untuk kedua kalinya pula pembantaian dan perampasan dilakukan. Orang-orang di jalan dibantai. Tak terkecuali perempuan dan anak-anak jadi korban. Rumah-rumah diratakan dengan tanah.

Awn bin Hashim menulis: lembah-lembah dipenuhi kerangka manusia, darah kering berceceran di mana-mana. Sulit untuk menemukan pohon yang tidak ada satu atau dua mayat tergeletak di dekat akarnya.

Madinah akhirnya menyerah setelah digempur habis Kaum Wahabi. Semua warisan Islam dimusnahkan. Hanya pusara Nabi Saw yang tersisa.

Ibnu Jabhan (Ulama Wahabi) memberikan alasan mengapa ia merasa harus meratakan makam Nabi Saw, ” Kami tahu nisan di makam Rasulullah bertentangan dengan akidah dan mendirikan mesjid di pemakamannya adalah dosa besar.

Pusara Sang Syahid Hamzah bin Abdul Muthalib (paman Nabi) beserta syahid perang Uhud lainnya dihancurkan. Masjid Nabi dilempari. Setelah protes dari Kaum Muslim dunia Ibnu saud berjanji akan memperbaiki bangunanbersejarah tersebut. Namun janji itu tidak pernah ditempati. Ibnu saud juga berjanji Hijaz akan dikelola pemerintahan multinasional, khsusnya menyangkut Madinah dan Mekah. Namun janji itu tinggalah janji.

Tahun 1925 giliran Janat al-Mulla pemakaman di Mekah dihancurkan. Ikut juga dihancurkan rumah tempat Rasulullah dilahirkan. Sejak itulah hari duka untuk semua muslim di jagat raya.

Tidakkah mengherankan Kaum Wahabi menghancurkan makam, pusara mulia dan semua tempat-tempat bersejarah bagi dunia islam (semuanya diam tak bergerak), sementara itu Raja-raja Saudi dijaga dengan ketat mengabiskan jutaan dolar?

Hujan protes dari berbagai negara muslim di dunia

Tahun 1926 protes massal Kaum Muslim bergerak di seluruh dunia. Resolusi diluncurkan dan daftar kejahatan wahabi dibuat. Isinya di antaranya adalah:

  • 1. Penghancuran dan penodaan tempat suci, di antaranya rumah kelahiran Nabi, pusara Bani Hasyim di Mekah dan Jannat al-Baqi (Madinah), penolakan wahabi pada muslim yang melafalkan al-fatihah di makam-makam suci tersebut.
  • 2. Penghancuran tempat ibadah di antaranya Masjid Hamzah, Masjid Abu Rasheed, dan pusara para Imam dan sahabat.
  • 3. Campur tangan pelaksanaan ibadah haji.
  • 4. Memaksa muslim mengikuti inovasi wahabi dan menghapus aturan atas keyakinan yang diajarkan para Imam mazhab.
  • 5. Pembantaian para sayid di Thaif, madina, Ahsa dan Qatif.
  • 6. Meratakan kuburan para Imam di al-Baqi yang sangat di hormati kaum Syiah.

Protes yang sama bermunculan di Iran, Irak, Mesir, Indonesia dan Turki. Mereka mengutuk tindakan barbar Saudi Wahabi. Beberapa ulama menulis traktat dan buku untuk mengabarkan dunia fakta-fakta yang terjadi di Hijaz adalah konspirasi karya Yahudi melawan Islam dengan berkedok Tauhid. Tujuan utama adalah menghapus secara sistematis akar sejarah Kaum Muslim sehingga nantinya Kaum Muslim kehilangan asal-usul keagamaannya.

Tindakan barbar Kaum Wahabi boleh jadi menginspirasi peristiwa bersejarah lainnya.Sejarah perang dunia kedua mengingatkan kita akan kekejaman Nazi Jerman. Orang-orang Yahudi melarikan diri setelah dikejar-kejar untruk dibunuh Nazi. Kekejaman Hitler diperingati dunia (Khususnya Jerman dan sekutunya). Kini Nazi dilarang dan orang yang mengusung simbol-simbolnya bisa dihukum dan diusir dari Jerman. Hitler dan Nazi Jerman membantai jutaan Yahudi (versi Ahmadinejad tidak mungkin sebanyak itu). Hitler tidak merusak bangunan karya Yahudi. Hitler tidak merusak kuburan. Bandingkan dengan tindakan Kaum Wahabi yang tidak saja membunuh dan mengusir orang hidup tapi juga orang-orang yang sudah wafat juga ikut di bunuh sejarah peninggalanya.

Berikut ini daftar makam dan tempat yang juga dihancurkan kaum bedebah Wahabi

  1. Pemakaman al-Mualla di Mekah termasuk pusara isteri tercinta Nabi, Sayidah Khadijah binti Khuwailid , Makam Ibunda Rasul Siti Aminah binti Wahhab, makam pamananda Rasul Abu Thalib (Ayahanda Ali bin Abu Thalib) dan makam kakek Nabi Abdul Muthalib.
  2. Makam Siti Hawa di Jedah.
  3. Makam ayahanda Rasul Abdullah bin Abdul Muthalib di Madinah.
  4. Rumah duka (baytl al-Ahzan) Sayidah Fatimah di Madinah.
  5. Masjid Salman al_Farisi di Madinah.
  6. Masjid Raj’at ash-Shams di Madinah.
  7. Rumah Nabi di Madinah setelah hijrah dari Mekah.
  8. Rumah Imam Ja’far al-Shadiq di Madinah.
  9. Komplek (mahhalla) bani Hasyim di Madinah.
  10. Rumah Imam Ali bin Abi Thalib tempat Imam Hasan dan Imam Husein dilahirkan.
  11. Makam Hamzah dan para syuhada Uhud di gunung Uhud.
Semoga sejarah kelam sekte bedebah wahabi ini menjadi pelajaran bagi kita semua khususnya kaum muslimin, agar mudah mengenali siapa dan ciri-ciri wahabi yang baru-baru ini mengaku i dirinya sebagai salafi atau pengikut salaf.
Semoga bermanfaat.

Artikel ini di terjemahkan dari:

Labels:

Tuesday, 19 January 2021

Biografi Nabi Muhammad Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam


Berikut ini akan sedikit saya kutipkan tentang biodata Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam yang mungkin bisa untuk menambah pengetahuan dan kecintaan kita terhadap baginda Nabi.

Biodata Nabi Muhammad Rasullullah Shalallahu Alaihi Wa sallam

  1. Nama : Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hashim.
  2. Tarikh lahir : Subuh hari Isnin, 12 Rabiulawal bersamaan 20 April 571 Masehi,Dikenali sebagai Tahun Gajah; karena peristiwa tentara bergajah Abrahah yang menyerang kota Ka'bah.
  3. Tempat lahir : Di rumah Abu Thalib, Makkah Al-Mukarramah.
  4. Nama bapak : Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hashim.
  5. Nama ibu : Aminah binti Wahab bin Abdu Manaf.
  6. Pengasuh pertama : Barakah Al-Habsyiyyah (digelar Ummu Aiman. Hamba perempuan bapak Rasulullah SAW).
  7. Ibu susu pertama : Thuwaibah (hamba perempuan Abu Lahab).
  8. Ibu susu kedua : Halimah binti Abu Zuaib As-Sa'diah (lebih dikenali Halimah As-Sa'diah, suaminya bernama Abu Kabsyah).

Usia 5 Tahun

Peristiwa pembelahan dada Rasulullah Shalallahu'Alaihi Wa Sallam yang dilakukan oleh dua malaikat Nabi Muhammad manusia suci tanpa cela dan noda dibelah dadanya untuk menambah kesucian di dalam hatinya.

Usia 6 Tahun

Ibunya Aminah binti Wahab ditimpa sakit dan meninggal dunia di Al-Abwa'(Sebuah kampung yang terletak di antara Makkah dan Madinah, baginda diasuh oleh Ummu Aiman (hamba perempuan bapak Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam)dan dibiayai oleh datuknya Abdul Muththalib.

Usia 8 Tahun

  • Datuknya, Abdul Muththalib pula meninggal dunia.
  • Baginda dipelihara pula oleh bapak saudaranya, Abu Thalib.

Usia 9 Tahun

Setengah riwayat mengatakan pada usia 12 tahun.
  • Bersama bapak saudaranya, Abu Thalib bermusafir ke Syam atas urusan perniagaan.
  • Di kota Busra, negeri Syam, seorang pendeta Nasrani bernama Bahira (Buhaira) telah bertemu ketua-ketua rombongan untuk menceritakan tentang
pengutusan seorang nabi di kalangan bangsa Arab yang akan lahir pada masa itu.

Usia 20 Tahun

Terlibat dalam peperangan Fijar. Ibnu Hisyam di dalam kitab 'Sirah', jilid1, halaman 184-187 menyatakan pada ketika itu usia Muhammad SAW ialah 14 atau 15 tahun. Baginda menyertai peperangan itu beberapa hari dan berperanan mengumpulkan anak-anak panah sahaja.

Menyaksikan perjanjian Al-Fudhul:perjanjian damai untuk memberi pertolongan kepada orang yang didzalimi di Makkah.

Usia 25 Tahun

Bermusafir kali kedua ke Syam atas urusan perniagaan barangan Khadijah binti Khuwailid Al-Asadiyah.

Perjalanan ke Syam ditemani oleh Maisarah; lelaki suruhan Khadijah.

Baginda SAW bersama-sama Abu Thalib dan beberapa orang bapak saudaranya yang lain pergi berjumpa Amru bin Asad (bapak saudara Khadijah) untuk meminang Khadijah yang berusia 40 tahun ketika itu.

Mas kawin baginda kepada Khadijah adalah sebanyak 500 dirham.

Usia 35 Tahun

Banjir besar melanda Makkah dan meruntuhkan dinding Ka'bah.

Pembinaan semula Ka'bah dilakukan oleh pembesar-pembesar dan penduduk Makkah.

Rasulullah SAW diberi kemuliaan untuk meletakkan 'Hajarul-Aswad' ke tempat asal dan sekaligus meredakan pertelingkahan berhubung perletakan batu tersebut.

Usia 40 Tahun

Menerima wahyu di gua Hira' sebagai pelantikan menjadi Nabi dan Rasul akhir zaman.

Usia 53 Tahun

Berhijrah ke Madinah Al-Munawwarah dengan ditemani oleh Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq.

Sampai ke Madinah pada tanggal 12 Rabiulawal / 24 September 622M.

Usia 63 Tahun

Kewafatan Rasulullah SAW di Madinah Al-Munawwarah pada hari Isnin, 12 Rabiulawal tahun 11Hijrah / 8 Juni 632 Masehi.

Istri-istri Nabi Muhammad SAW

  1. Khadijah Binti Khuwailid.
  2. Saudah Binti Zam'ah.
  3. Aisyah Binti Abu Bakar (anak Sayyidina Abu Bakar).
  4. Hafsah binti 'Umar (anak Sayyidina 'Umar bin Al-Khattab).
  5. Ummi Habibah Binti Abu Sufyan.
  6. Hindun Binti Umaiyah (digelar Ummi Salamah).
  7. Zainab Binti Jahsy.
  8. Maimunah Binti Harith.
  9. Safiyah Binti Huyai bin Akhtab.
  10. Zainab Binti Khuzaimah (digelar 'Ummu Al-Masakin', Ibu Orang Miskin).

Anak-anak Baginda Nabi Muhammad SAW

  • 1. Qasim.
  • 2. Abdullah.
  • 3. Ibrahim.
  • 4. Zainab.
  • 5. Ruqaiyah.
  • 6. Ummi Kalthum.
  • 7. Fatimah Al-Zahra.

Anak Tiri Nabi Muhammad SAW

Halah bin Hind bin Habbasy bin Zurarah at-Tamimi (anak Sayyidatina Khadijah bersama Hind bin Habbasy. Ketika berkahwin dengan Rasulullah, Khadijah adalah seorang janda).

Saudara Sesusu Baginda Nabi Muhammad SAW

Ibu Susuan atau Saudara Susuan
  • 1. Thuwaibah → Hamzah
  • 2. Abu Salamah → Abdullah bin Abdul Asad

Saudara Susuan

1. Halimah Al-Saidiyyah → Abu Sufyan bin Harith bin Abdul Muthallib
2. Abdullah bin Harith bin Abdul ' Uzza
3. Syaima ' binti Harith bin Abdul ' Uzza
4. 'Aisyah binti Harith bin abdul ' Uzza

Bapak Dan Ibù Saudara Nabi Muhammad SAW

Anak-Anak Kepada Abdul Muththalib
  • 1. Al-Harith.
  • 2. Muqawwam.
  • 3. Zubair.
  • 4. Hamzah .
  • 5. Al-Abbas .
  • 6. Abu Talib.
  • 7. Abu Lahab (nama asalnya Abdul Uzza).
  • 8. Abdul Ka'bah.
  • 9. Hijl.
  • 10. Dhirar.
  • 11. Umaimah.
  • 12. Al-Bidha (Ummu Hakim).
  • 13. Atiqah.
  • 14. Arwa.
  • 15. Umaimah.
  • 16. Barrah.
  • 17. Safiyah (ibu kepada Zubair Al-Awwam) 
Keterangan: masuk Islam.
Ulama berselisih pendapat tentang Islamnya.

Sabda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa sallam:
"Sesiapa yang menghidupkan sunnahku, maka sesungguhnya dia telah mencintai aku
Dan sesiapa yang mencintai aku niscaya dia bersama-samaku di dalam syurga"
(Riwayat Al-Sajary daripada Anas )

اللهم صلى وسلم على سيدنا محمد وعلى آله واصحابه وسلم

Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa sallam - Manusia agung,kenali Nabi secara lahiriah.

Begitu indahnya sifat fisikal / jasmani Baginda, sehinggakan seorang ulama Yahudi yang pada pertama kalinya bertemu muka dengan Baginda lantas melafazkan keislaman dan mengaku akan kebenaran apa yang disampaikan oleh Baginda.

Di antara kata-kata apresiasi para sahabat ialah:
Aku belum pernah melihat lelaki yang segagah Rasulullah Shalallahu'Alaihi Wa Sallam.
Aku melihat cahaya dari lidahnya.
Seandainya kamu melihat Baginda, seolah-olah kamu melihat matahari terbit.
  • Rasulullah jauh lebih cantik dari sinaran bulan.
  • Rasulullah umpama matahari yang bersinar.
  • Aku belum pernah melihat lelaki setampan Rasulullah.
  • Apabila Rasulullah berasa gembira, wajahnya bercahaya spt bulan purnama.
Kali pertama memandangnya sudah pasti akan terpesona.

Wajahnya tidak bulat tetapi lebih cenderung kepada bulat.
  • Wajahnya seperti bulan purnama.
  • Dahi baginda luas, raut kening tebal, terpisah di tengahnya.
  • Urat darah kelihatan di antara dua kening dan nampak semakin jelas semasa marah.
Mata baginda hitam dengan bulu mata yang panjang.

Garis-garis merah di bahagian putih mata, luas kelopaknya, kebiruan asli di bahagian sudut.
  • Hidungnya agak mancung, bercahaya penuh misteri, kelihatan luas sekali pertama kali melihatnya.
  • Mulut baginda sederhana luas dan cantik.
  • Giginya kecil dan bercahaya, indah tersusun, renggang di bahagian depan.
  • Apabila berkata-kata, cahaya kelihatan memancar dari giginya.
  • Janggutnya penuh dan tebal menawan.
Lehernya kecil dan panjang, terbentuk dengan cantik seperti arca.

Warna lehernya putih seperti perak, sangat indah.
  • Kepalanya besar tapi terlalu elok bentuknya.
  • Rambutnya sedikit ikal.
  • Rambutnya tebal kdg-kdg menyentuh pangkal telinga dan kdg-kdg mencecah bahu tapi disisir rapi.
  • Rambutnya terbelah di tengah.
  • Di tubuhnya tidak banyak rambut kecuali satu garisan rambut menganjur dari dada ke pusat.
Dadanya bidang dan selaras dengan perut. Luas bidang antara kedua bahunya lebih drpd biasa.
Seimbang antara kedua bahunya.
Pergelangan tangannya lebar, lebar tapak tangannya, jarinya juga besar dan tersusun dengan cantik.
  • Tapak tangannya bagaikan sutera yang lembut.
  • Perut betisnya tidak lembut tetapi cantik.
  • Kakinya berisi, tapak kakinya terlalu licin sehingga tidak melekat air.
  • Terlalu sedikit daging di bahagian tumit kakinya.
  • Warna kulitnya tidak putih spt kapur atau coklat tapi campuran coklat dan putih.
  • Warna putihnya lebih banyak.
Warna kulit baginda putih kemerah-merahan.Warna kulitnya putih tapi sehat.
  • Kulitnya putih lagi bercahaya.
  • Binaan badannya sempurna, tulang-temulangnya besar dan kokoh.
  • Badannya tidak gemuk.
  • Badannya tidak tinggi dan tidak pula rendah, kecil tapi berukuran sederhana lagi gagah.
  • Perutnya tidak buncit.
  • Badannya cenderung kepada tinggi, semasa berada di kalangan org ramai baginda kelihatan lebih tinggi daripada mereka.

Kesimpulanya:

Nabi Muhammad Shalallahu'Alaihi Wa sallam adalah manusia agung yang ideal dan sebaik-baik contoh sepanjang zaman.

Baginda adalah semulia-mulia insan di dunia,semoga kelak kita mendapat syafaatmya di yaumil kiyamah amin.
Semoga bermanfaat.

Labels:

Tuesday, 29 December 2020

Biografi Syeikh Ahmad Zaini Dahlan Kunci Sanad Ulama Nusantara


Syekh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan; Ulama, Syeikhul Islam dan Kunci Sanad Ulama Nusantara.

Seorang tokoh ulama dimasanya yang perlu kita ketahui dan keberadaannya dalam sanad keilmuan para ulama dinusantara.

1 . Syekh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, beliau lahir dari keluarga yang menjaga tradisi keislaman. Berasal dari keturunan Sayyid dari jalur Sayyidina Hasan cucu Rasulullah. Kehadiran Sayyid Ahmad Zaini Dahlan memiliki arti penting dalam jaringan para ulama khususnya Nusantara, karena hampir seluruh para ulama besar sesudahnya berada pada jejaring murid dari murid Syekh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan.

Sayyid Zaini Dahlan demikian beliau biasa disebut, mengawali belajarnya kepada ayahnya yang dikenal seorang yang taat dan menjunjung tinggi ajaran Datuknya Rasulullah. Setelah menghafal berbagai macam bait-bait matan dari berbagai ilmu, Sayyid Zaini Dahlan kemudian mempelajari al-Qur’an dengan berbagai cabang keilmuan yang ada di dalamnya. Beliau disebutkan oleh Sayyid Bakhri Syatta pengarang Kitab I’anatuththalibin yang juga muridnya, bahwa Syekh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan menguasai berbagai Qira’at, bahkan menghafal dengan Mutqin Matan Syatibiyah dan Jazariyah yang merupakan panduan dalam memahami ilmu bacaan al-Qur’an.

2 . Semenjak kecil Sayyid Ahmad Zaini Dahlan telah dikenal ketekunannya dalam menuntut ilmu pengetahuan. Selain cerdas, saleh, beliau juga sangat bersungguh-sungguh dalam memahami berbagai cabang keilmuan yang diajarkan oleh para ulama di Kota Makkah sehingga tidak mengherankan bila kemudian beliau menjadi seorang ulama besar pada masanya, dan bahkan menjadi Syekhul Islam artinya seseorang yang memiliki kompetensi berbagai cabang keilmuan yang mumpuni.

Tentu kealiman Syekh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan tidak bisa terlepas dari didikan para ulama Kota Makkah ketika itu. Di antara ulama yang dianggap sebagai syekh futuh beliau atau guru yang banyak berperan dalam pengembangan keilmuan beliau adalah Syekh Usman bin Hasan Dimyathi al Azhari. Syekh Usman ialah pemuka ulama Mesir yang mendapatkan ilham untuk datang ke Kota Makkah dan membuka halakah keilmuan, dan salah satu murid yang mewujudkan ilham tersebut adalah Syekh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan. Karena dari Syekh Sayyid Zaini Dahlan kemudian membentuk jejaring ulama yang sangat banyak, bahkan beliau bisa digolongkan sebagai Syekhul Masyayikh atau Mahaguru ulama di Nusantara.

3 . Banyak sekali ulama dari berbagai wilayah yang kemudian belajar dan menimba ilmu dari Sayyid Ahmad Zaini Dahlan. Sebut saja di antara para ulama tersebut adalah: Syekh Sayyid Abu Bakar Syatta al-Dimyathi, Syekh Nawawi al Bantani, Syekh Saleh Darat Semarang, Syekh Abdul Hamid Kudus, Syekhuna Cholil Bangkalan, Sayyid Abdullah Zawawi, Syekh Ahmad Khatib Minangkabau, Tuan Kisai Syekh Amrullah, Sayyid Utsman Mufti Batavia, Syekh Sayyid Ali Al-Maliki, Syekh Abdul Wahab Basilam, dan beberapa ulama dari Fathani Thailand seperti pengarang Kitab Mathla’ul Badrain, Aqidatun Naji’in dan lain-lain. Bahkan beberapa ulama besar Aceh diperkirakan berguru kepada beliau adalah Teungku Chik Abdul Wahab Tanoh Abee, Teungku Chik Di Tiro, Teungku Chik Pantee Kulu, Teungku Chik Pantee Geulima, karena masa kedatangan para ulama Aceh tersebut, ketika puncak karier ilmiahnya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan. Adapun Syekh Abdul Wahab Tanoh Abee yang dikenal dengan Teungku Chik Tanoh Abee Qadhi Rabbul Jalil kerajaan Aceh disebutkan selain mengambil ijazah sanad dari Syekh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, juga sempat berguru kepada gurunya Sayyid Ahmad Zaini yaitu Syekh Utsman bin Hasan al Dimyathi. Karena usia antara kedua orang ulama itu berdekatan.

4 . Syekh Sayyid Zaini Dahlan diperkirakan lahir tahun 1816 dan wafat pada tahun 1886. Pada saat beliau menjadi Mufti Syafi’i untuk kota Makkah, ada ulama besar dari India yang mencari suaka politik ke Makkah yaitu Syekh Rahmatullah Hindi. Syekh Rahmatullah Hindi inilah sosok pendiri Madrasah Saulatiah yang banyak mengkader ulama-ulama di Indonesia. Bahkan pendiri Darul Ulum Makkah juga lulusan Madrasah Saulatiah tersebut.

Selain sebagai ulama yang banyak mengkader para ulama generasi sesudahnya, Syekh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan juga seorang ulama penulis. Banyak kitab-kitab yang beliau tulis tersebar ke seluruh penjuru dunia, baik dalam bidang sejarah, fikih, tauhid, tasawuf dan ilmu gramatika Arab. Salah satu karyanya adalah Kitab Mukhtasar Jiddan yang merupakan ulasan tuntas untuk Matan Jurumiyah.

5 . Kitab Mukhtasar merupakan kitab yang membahas ilmu nahwu, dimana Syekh Sayyid Zaini Dahlan di bagian awal kitab menyebutkan kisah asal muasal ilmu nahwu. Di bagian awal kita tersebut juga beliau mengulas tentang mabadi’ asyarah atau pengantar awal sebelum mengaji ilmu nahwu secara mendalam. Dari tulisannya nampak beliau seorang yang berfikir sistematis dan langsung ke persoalan. Hal yang menarik dari Kitab Mukhtasar Jiddan beliau di bagian akhir juga menceritakan secara sekilas tentang penyusunan Matan Jurumiyah yang banyak disyarah oleh para ulama dari generasi ke generasi.

6 . Pada masa hidupnya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan juga puncak dari pergerakan Wahabiyah di Kota Suci Makkah. Dan beliau termasuk ulama yang banyak membantah kekeliruan pemahaman dari aliran tersebut. Beliau dengan gamblang dan jelas mengkritisi hal-hal yang meleset dari pemahaman Syekh Muhammad bin Abdul Wahab. Sebagai seorang ulama, Syekhul Islam dan Mufti Syafi’i, Syekh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan telah menyelesaikan risalah sebagai Waratsah Nubuwah. Beliau juga seorang ulama mujaddid yang telah mentajdid agama dengan murid-muridnya yang tersebar di seluruh dunia Islam. Setelah berbagai kiprah yang besar, pada tahun 1886 dalam usia sekitar 70 tahun wafatlah ulama besar tersebut di Madinah.

Rahimahullah Rahmatan Wasi’atan. Alfaatihah.

Labels:

Monday, 23 November 2020

Sejarah Maulid Dan Anggapan Bid'ah Oleh Kaum Hisbiyah Mujasimah Salafi Wahabi


Tulisan ini ditujukan untuk saudara muslim, dengan harapan tidak lagi ada keraguan atas amalan yang telah berlaku pada Sawadul A'dhom muslimin. Jangan hiraukan argumentasi Wahabi yang memang jadi penerus Khowarij.
 
Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW adalah acara rutin yang dilaksanakan oleh mayoritas kaum muslimin untuk mengingat, mengahayati dan memuliakan kelahiran Rasulullah. Menurut catatan Sayyid al-Bakri, pelopor pertama kegiatan maulid adalah al-Mudzhaffar Abu Sa`id, seorang raja di daerah Irbil, Baghdad.
 
Peringatan maulid pada saat itu dilakukan oleh masyarakat dari berbagai kalangan dengan berkumpul di suatu tempat. Mereka membaca Al-Qur’an, mendaras sejarah ringkas kehidupan dan perjuangan Rasulullah, melantuntan shalawat dan syair-syair kepada Nabi Muhammad SAW serta diisi pula dengan ceramah agama. [al-Bakri bin Muhammad Syatho, I`anah at-Thalibin, Juz II, hal 364].
 
Peringatan maulid Nabi seperti gambaran di atas tidak pernah terjadi pada masa Rasulullah maupun sahabat. Karena alasan inilah, sebagian kaum Muslimin tidak mau merayakan, bahkan mengklaim bid`ah pelaku perayaan maulid.
 
Menurut kelompok ini seandainya perayaan maulid memang termasuk amal shalih yang dianjurkan agama, mestinya generasi salaf lebih peka, mengerti dan juga menyelenggarakannya. [Ibn Taimiyah, Fatawa Kubra, Juz IV, hal 414]. Oleh karena itulah, penting kiranya untuk memperjelas hakikat perayaan maulid, dalil-dalil yang membolehkan dan tanggapan terhadap yang membid`ahkan.
 
Telah banyak terjadi kesalahan dalam memahami hadits Nabi tentang masalah bid`ah dengan mengatakan bahwa setiap perbuatan yang belum pernah dilakukan pada masa Rasulullah adalah perbuatan bid`ah yang sesat dan pelakunya akan dimasukkan ke dalam neraka dengan berlandaskan pada hadist berikut ini:
 
وإيَّاكم ومحدثات الأمور؛ فإنَّ كلَّ محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة‎
 
Artinya: Berhati-hatilah kalian dari sesuatu yang baru, karena setiap hal yang baru adalah bid`ah dan setiap bid`ah adalah sesat. [HR. Ahmad No 17184].
 
Pemahaman hadits ini bisa salah apabila tidak dikaitkan dengan hadits yang lain, yaitu:
 
, من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد‎
 
Artinya: Siapa saja yang membuat sesuatu yang baru dalam masalah kami ini, yang tidak bersumber darinya, maka dia ditolak. [HR al-Bukhari No 2697]
 
Ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan أمرنا dalam hadits di atas adalah urusan agama, bukan urusan duniawi, karena kreasi dalam masalah dunia diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan syariat. Sedangkan kreasi apapun dalam masalah agama adalah tidak diperbolehkan. [Yusuf al-Qaradhawi, Bid`ah dalam Agama, hal 177]
 
Dengan demikian, maka makna hadits di atas adalah sebagai berikut: Barangsiapa berkreasi dengan memasukkan sesuatu yang sesungguhnya bukan agama, lalu diagamakan, maka sesuatu itu merupakan hal yang ditolak.
 
Dapat dipahami bahwa bid`ah yang dhalalah (sesat) dan yang mardudah (yang tertolak) adalah bid`ah diniyah. Namun banyak orang yang tidak bisa membedakan antara amaliah keagamaan dan instrumen keagamaan. Sama halnya dengan orang yang tidak memahami format dan isi/sarana dan tujuan. Akibat ketidakpahamannya, mereka mengatakan bahwa perayaan maulid Nabi sesat, membaca Al-Qur’an dan berdzikir bersama-sama sesat,Tahlilan sesat,Yasinan sesat dan seterusnya ,meskipun isi atau tujuan berdasarkan dalil shohih namun karena formatnya tidak seperti yang mereka inginkan maka tetap dianggap sesat. Sehingga hanya karena menolak format,berakibat mereka telah membuang dalil dalil shohih yang menjadi hakekat tujuan utama. Itu semua akibat ketidakfahaman mereka. Begitu juga dengan mengadakan Maulid Nabi yang mereka sesatkan. Padahal perayaan maulid hanyalah merupakan format, sedangkan hakikatnya adalah bersyukur kepada Alloh,bershalawat, membaca sejarah perjuangan Rasulullah, melantunkan ayat Al-Qur’an, berdoa bersama dan kadang diisi dengan ceramah agama yang mana perbuatan-perbuatan semacam ini sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an maupun Hadits.
 
Dan lafadz كل pada hadits tentang bid`ah di atas adalah lafadz umum yang ditakhsis. Dalam Al-Qur’an juga ditemukan beberapa lafadz كل yang keumumannya ditakhsis. Salah satu contohnya adalah ayat 30 Surat al-Anbiya`:
 
 وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَي‎
 
Artinya:  Dan kami jadikan segala sesuatu yang hidup itu dari air. (QS al-Anbiya': 30)
 
Kata segala sesuatu pada ayat ini tidak dapat diartikan bahwa semua benda yang ada di dunia ini tecipta dari air, tetapi harus diartikan sebagian benda yang ada di bumi ini tercipta dari air. Sebab ada benda-benda lain yang diciptakan tidak dari air, namun dari api, sebagaimana firman Allah dalam surat ar-Rahman ayat 15:
 
 وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَار‎
 
Artinya: Dan Allah menciptakan jin dari percikan api yang menyala.
 
Oleh karena itulah, tidak semua bid`ah dihukumi sesat dan pelakunya masuk neraka. Bid`ah yang sesat adalah bid`ah diniyah, yaitu meng-agamakan sesuatu yang bukan agama. Adapun perayaan maulid Nabi tidaklah termasuk bid`ah yang sesat dan dilarang karena yang baru hanyalah format dan instrumennya.
 
Berkenaan dengan hukum perayaan maulid, As-Suyuthi dalam al-Hawi lil Fatawi menyebutkan redaksi sebagai berikut:
 
 أَصْلُ عَمَلِ الْمَوْلِدِ بِدْعَةٌ لَمْ تُنْقَلْ عَنِ السَّلَفِ الصَّالِحِ مِنَ الْقُرُوْنِ الثَّلاَثَةِ، وَلكِنَّهَا مَعَ ذلِكَ قَدْ اشْتَمَلَتْ عَلَى مَحَاسِنَ وَضِدِّهَا، فَمَنْ تَحَرَّى فِيْ عَمَلِهَا الْمَحَاسِنَ وَتَجَنَّبَ ضِدَّهَا كَانَتْ بِدْعَةً حَسَنَةً" وَقَالَ: "وَقَدْ ظَهَرَ لِيْ تَخْرِيْجُهَا عَلَى أَصْلٍ ثَابِتٍ.‎
 
Artinya: Hukum asal peringatan maulid adalah bid’ah yang belum pernah dinukil dari kaum salaf salih yang hidup pada tiga abad pertama, tetapi demikian peringatan maulid mengandung kebaikan. Jadi, barangsiapa dalam peringatan maulid berusaha melakukan hal-hal yang baik saja dan menjauhi lawannya (hal-hal yang buruk), maka itu adalah bid’ah hasanah. Al-Hafizh Ibn Hajar juga mengatakan: Dan telah nyata bagiku dasar pengambilan peringatan Maulid di atas dalil yang tsabit (shahih). Bahkan dalam Surat Al Haj disebutkan وافعلواالخير artinya Berbuatlah kebaikan. Diperkuat lagi oleh surat Al Ashr وعملواالصالحات artinya Beramal Sholih/perbuatan baik. Sehingga menjadi bukti bahwa setiap perbuatan baik itu perintah Alloh
 

Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani, Mengatakan

 وَالْحَاصِلُ اَنّ الْاِجْتِمَاعَ لِاَجْلِ الْمَوْلِدِ النَّبَوِيِّ اَمْرٌ عَادِيٌّ وَلَكِنَّهُ مِنَ الْعَادَاتِ الْخَيْرَةِ الصَّالِحَةِ الَّتِي تَشْتَمِلُ عَلَي مَنَافِعَ كَثِيْرَةٍ وَفَوَائِدَ تَعُوْدُ عَلَي النَّاسِ بِفَضْلٍ وَفِيْرٍ لِاَنَّهَا مَطْلُوْبَةٌ شَرْعًا بِاَفْرِادِهَا.‎
 
Artinya: Bahwa sesungguhnya mengadakan Maulid Nabi Saw merupakan suatu tradisi dari tradisi-tradisi yang baik, yang mengandung banyak manfaat dan faidah yang kembali kepada manusia, sebab adanya karunia yang besar. Oleh karena itu dianjurkan dalam syara’ dengan serangkaian pelaksanaannya. [Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki, Mafahim Yajibu An-Tushahha, hal. 340]
 
Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa perayaan maulid Nabi hanya formatnya yang baru, sedangkan isinya merupakan ibadah-ibadah yang telah diatur dalam Al-Qur’an maupun Hadits. Oleh karena itulah, banyak ulama yang mengatakan bahwa perayaan maulid Nabi adalah bid`ah hasanah dan pelakunya mendapatkan pahala.
 
Dalil Syar`i Perayaan Maulid Nabi
Di antara dalil perayaan maulid Nabi Muhammad menurut sebagian ulama adalah firman Allah:
 
 قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ‎
 
Artinya: Katakanlah, dengan anugerah Allah dan rahmatNya (Nabi Muhammad SAW) hendaklah mereka menyambut dengan senang gembira. (QS.Yunus: 58)
 
Ayat ini menganjurkan kepada umat Islam agar menyambut gembira anugerah dan rahmat Allah. Terjadi perbedaan pendapat di antara ulama dalam menafsiri الفضل dan الرحمة. Ada yang menafsiri kedua lafadz itu dengan al-Qur’an dan ada pula yang memberikan penafsiran yang berbeda.
 
Abu Syaikh meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA bahwa yang dimaksud dengan الفضل adalah ilmu, sedangkan الرحمة adalah Nabi Muhammad SAW. Pendapat yang masyhur yang menerangkan arti الرحمة dengan Nabi SAW ialah karena adanya isyarat firman Allah SWT yaitu:
 
 وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ‎
 
Artinya: Kami tidak mengutus engkau melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam. (QS. Al-Ambiya’:107). [Abil Fadhol Syihabuddin Al-Alusy, Ruhul Ma’ani, Juz 11, hal. 186]
 
Menurut Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani, bergembira dengan adanya Nabi Muhammad SAW ialah dianjurkan berdasarkan firman Allah SWT pada surat Yunus ayat 58 di atas. [Sayyid Muhammad Al-Maliki Al-Hasani, Ikhraj wa Ta’liq Fi Mukhtashar Sirah An-Nabawiyah, hal 6-7]
 
Dalam kitab Fathul Bari karangan al- Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolani diceritakan bahwa Abu Lahab mendapatkan keringanan siksa tiap hari Senin karena dia gembira atas kelahiran Rasulullah. Ini membuktikan bahwa bergembira dengan kelahiran Rasulullah memberikan manfaat yang sangat besar, bahkan orang kafir pun dapat merasakannya. [Ibnu hajar, Fathul Bari, Juz 11, hal 431]
 
Riwayat senada juga ditulis dalam beberapa kitab hadits di antaranya Shahih Bukhari, Sunan Baihaqi al-Kubra dan Syi`bul Iman. [Maktabah Syamilah, Shahih Bukhari, Juz 7, hal 9, Sunan Baihaqi al-Kubra, Juz 7, hal 9, Syi`bul Iman, Juz 1, hal 443].

Semoga bermanfaat.

Labels:

Biografi Dan Beberapa Karomah Syekh Nawawi al Bantani

Syaikh Nawawi al-Bantani lahir di Tanara, Serang-Banten, 1230 H/1813 M - meninggal di Mekkah, Hijaz 1314 H/1897 M adalah seorang ulama Indonesia yang menetap di Makkah, Arab Saudi. Beliau juga seorang intelektual yang sangat produktif menulis kitab, jumlah karyanya tidak kurang dari 115 kitab yang meliputi bidang ilmu fiqih, tauhid, tasawuf, tafsir, dan hadis.

Karena kemasyhurannya, Syekh Nawawi al-Bantani kemudian dijuluki Sayyid Ulama al-Hijaz (Pemimpin Ulama Hijaz), al-Imam al-Muhaqqiq wa al-Fahhamah al-Mudaqqiq (Imam yang Mumpuni ilmunya), A'yan Ulama al-Qarn al-Ram Asyar li al-Hijrah (Tokoh Ulama Abad 14 Hijriyah), hingga Imam Ulama al-Haramain, (Imam 'Ulama Dua Kota Suci).

Berikut Ini Antara Lain Karomah-Karomah Beliau

1. Menjadikan Telunjuknya Lampu

Pada suatu waktu beliau pernah mengarang kitab dengan menggunakan telunjuk beliau yang dijadikan sebagai lampu, saat itu dalam sebuah perjalanan. Karena tidak ada cahaya dalam syuqduf atau rumah-rumahan, sementara aspirasi tengah kencang mengisi kepalanya. Syaikh Nawawi kemudian berdoa memohon kepada Allah Ta’ala agar telunjuk kirinya dapat menjadi lampu agar dapat menerangi jari kanannya yang digunakan untuk menulis itu. Kitab yang kemudian lahir dengan nama Marâqi al-‘Ubudiyyah syarah Matan Bidâyah al-Hidayah itu harus dibayar beliau dengan cacat pada jari telunjuk kirinya. Cahaya yang diberikan Allah pada jari telunjuk kiri beliau itu membawa bekas yang tidak hilang.

2. Melihat Ka’bah Dengan Telunjuknya

Karomah beliau yang lain juga diperlihatkannya di saat mengunjungi salah satu masjid di Jakarta yakni Masjid Pekojan. Masjid yang dibangun oleh salah seorang keturunan cucu Rasulullah saw Sayyid Utsmân bin ‘Agîl bin Yahya al-‘Alawi. Masjid Ulama dan Mufti Betawi itu ternyata memiliki kiblat yang salah. Padahal yang menentukan kiblat bagi mesjid itu adalah Sayyid Utsmân sendiri.

Kemudian, beliau kedatangan anak remaja (Syaik Nawawi) yang menyalahkan arah kiblatnya. saat seorang anak remaja yang tak dikenalnya itu menyalahkan penentuan kiblat, kagetlah Sayyid Utsmân. Diskusipun terjadi dengan seru antara mereka berdua. Sayyid Utsmân tetap berpendirian kiblat Mesjid Pekojanya itu sudah benar. Sementara Syaikh Nawawi remaja berpendapat arah kiblat mesjidnya itu harus dibetulkan. Saat kesepakatan tak bisa diraih karena masing-masing mempertahankan pendapatnya dengan keras, Syaikh Nawawi meletakan tangan kirinya ke bahu Sayyid Utsmân (merangkul) dan tangan kananya menunjuk sesuatu, Syaikh Nawawi berkata:
“ Lihatlah Sayyid!, itulah Ka΄bah tempat Kiblat kita. Lihat dan perhatikanlah! Tidakkah Ka΄bah itu terlihat amat jelas? Sementara Kiblat masjid ini agak kekiri. Maka perlulah kiblatnya digeser ke kanan agar tepat menghadap ke Ka΄bah”. Ujar Syaikh Nawawi remaja”.

Sayyid Utsmân termangu dan keheranan. Ka΄bah yang ia lihat dengan mengikuti telunjuk Syaikh Nawawi remaja memang terlihat jelas. Sayyid Utsmân merasa takjub dan menyadari remaja yang bertubuh kecil di hadapannya ini telah dikaruniai kemuliaan, yakni terbukanya nur basyariyyah. Dengan karamah itu, di manapun beliau berada Ka΄bah tetap terlihat. Dengan penuh hormat, Sayyid Utsmân langsung memeluk tubuh kecil beliau. dan berjabat tangan sambil mencium tanganya, ketika Sayyid Utsmân ingin mencium tanganya, ditariklah tanganya (Syaikh Nawawi), Sayyid Utsmân pun kebingungan mengapa beliau tidak mau?, Sayyid Utsmân pun bertanya dan Syaikh Nawawi menjawab: “Karena saya tidak pantas untuk bersalaman sambil dicium begitu oleh mu”. Subhanallah alangkah bagusnya akhlak beliau. Sampai saat ini, jika kita mengunjungi Masjid Pekojan akan terlihat kiblat digeser, tidak sesuai aslinya.

3. Mayatnya yang Luar Biasa

Telah menjadi kebijakan Pemerintah Arab Saudi bahwa orang yang telah dikubur selama setahun kuburannya harus digali. Tulang belulang si mayat kemudian diambil dan disatukan dengan tulang belulang mayat lainnya. Selanjutnya semua tulang itu dikuburkan di tempat lain di luar kota. Lubang kubur yang dibongkar dibiarkan tetap terbuka hingga datang jenazah berikutnya terus silih berganti. Kebijakan ini dijalankan tanpa pandang bulu. Siapapun dia, pejabat atau orang biasa, saudagar kaya atau orang miskin, sama terkena kebijakan tersebut. Inilah yang juga menimpa makam Syaikh Nawawi. Setelah kuburnya genap berusia satu tahun, datanglah petugas dari pemerintah kota untuk menggali kuburnya. Tetapi yang terjadi adalah hal yang tak lazim. Para petugas kuburan itu tak menemukan tulang belulang seperti biasanya. Yang mereka temukan adalah satu jasad yang masih utuh. Tidak kurang satu apapun, tidak lecet atau tanda-tanda pembusukan seperti lazimnya jenazah yang telah lama dikubur. Bahkan kain putih kafan penutup jasad beliau tidak sobek, masih harum dan tidak lapuk sedikitpun.

Tentu saja kejadian ini mengejutkan para petugas. Mereka lari berhamburan mendatangi atasannya dan menceritakan apa yang telah terjadi. Setelah diteliti, sang atasan kemudian menyadari bahwa makam yang digali itu bukan makam orang sembarangan. Langkah strategis lalu diambil. Pemerintah melarang membongkar makam tersebut. Jasad beliau lalu dikuburkan kembali seperti sediakala. Hingga sekarang makam beliau tetap berada di Ma΄la, Mekah dan yang paling aneh kuburan beliau satu-satunya kuburan yang tumbuh rumput bahkan rumput nya hijau dan bagus. Subhanallah.

4. Tidur di Lidah Ular

Konon pada suatu malam hari dimana beliau melanjutkan perjalananya ke Mekkah, beliau kelelahan dan mencari sebuah gubuk yang tak berpenghuni atau saung. Setelah mencari-cari akhirnya beliau menemukan lampu yang sangat redup dan kecil. Akhirnya beliau tiba disuatu tempat tersebut dan memulai untuk beristirahat. Dibenak beliau bertanya: “Kok dasar saung ini sangat lembut dan empuk ya???”. Saking lelahnya beliah tidak terlalu mempersoalkan hal tersebut, tidurlah beliau dengan meletakan tongkatnya dengann posisi berdiri.

Pagi pun datang dan beliau terbangun dari tidurnya untuk sholat dan kemudian melanjutkan perjalananya. Setelah kurang lebih 7 langkah dari tempat peristirahatanya itu, beliau menyentuh darah dari ujung tongkatnya tersebut, dengan heran kemudian beliau menoleh kebelakang dan menemui ular raksasa yang sedang beranjak pergi. Tanpa disadari ternyata semalem beliau tidur dilidah seekor ular raksasa dan tongkatnya yang berposisi berdiri tersebut merintangi kedua gigi ular itu.

Beliau pun langsung menyebut kalimat istigfar dan memuji kebesaran Allah SWT dengan mengucapkan kalimat kebesaran-NYA.

5. Mengeluarkan Buah Rambutan dari Tanganya

Di Mekkah beliau mndirikan tempat mengajar/sekolah dengan murid yang lumayan banyak. Disuatu hari beliau menerangkan kepada para santri-santrinya:

Syaikh Nawawi: “Sunnah Islam kalau berbuka puasa itu hendaknya memakan yang manis-manis terlebih dahulu, kalau disini terdapat buah kurma, ditempatku ada yang tidak kalah manisnya dengan kurma!!!”

Santri-santri:” Betul syaikh kalo ditempat kami kurma, lalu bagaimana dengan tempat syaikh yg tidak tumbuh buah kurma???”

Syaikh Nawawi: “Sebentar”

Syaikh Nawawi langsung menyembunyikan tanganya ke belakang tubuhnya!!!. Santri-santri pun sangat heran apa yang dilakukan gurunya tersebut dan terdengar ditelinga para santri-santri suara seperti orang yang sedang mengambil buah-buahan dari pohonya.

Kemudian Syaikh Nawawi menyuguhkan buah Rambutan yang persis seperti baru diambil dari pohonya. Santri-santri pun sangat terheran-heran dengan apa yang dilakukan oleh gurunya tersebut.

“Nah ini yang aku makan pertama ketika berbuka puasa di tempatku, silahkan dicicipi”. Kata Syeikh Nawawi sambil membagikanya kepada para santri dikelasnya mengajar.

Para santri pun langsung mencicipi dan sangat menikmati kemanisan buah rambutan yang diberikan gurunya itu.

Wallahu'alam Bishowab.

Labels: